Sebagai Negara Kepulauan, tentu wilayah Indonesia tersusun dari ribuan pulau yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur. tak hanya itu, pulau-pulau di bagian utara Indonesia memperkaya keberagaman yang ada di Indonesia.
Pulau Telaga Besar, secuil daratan di Kab. Kepulauan Anambas Prov. Kepulauan Riau yang tak banyak orang tahu tentangnya namun begitu menarik perhatian.
Pada tanggal 10 Januari 2018, aku dan 4 orang teman ku berkesempatan untuk melakukan ekspedisi ke Pulau Telaga Besar, Kab. Anambas. saat itu kondisi perairan Utara Indonesia dalam keadaan buruk dimana ombak yang tinggi disertai angin kencang membuat banyak pemberangkatan kapal laut mengalami penundaan serta jadwal kapal very yang biasanya beroperasi 3 kali seminggu tak dapat diharapkan lagi. Semua aktivitas laut terhenti di musim itu. Sebelum menuju lokasi, kami terdampar di Tanjung pinang selama 10 hari hingga akhirnya kami berlayar menggunakan Kapal Pelni KM Bukit Raya yang baru beroperasi pada tanggal 22 Januari 2018.
Beruntung sekali aku bisa mengunjungi salah satu pulau kecil di Utara Indonesia yaitu Pulau Telaga Besar. Lima hari di Pulau itu, mata hatiku melihat banyak hal yang luar biasa. bagaimana tidak, itulah kali pertama aku keluar dari pulau besar yang penuh dengan hiruk pikuk perkotaan.
Aku merasa benar-benar menyatu dengan alam, sejauh mata ini memandang nampak jelas keagungan Tuhan. Luasnya hamparan laut dengan perpaduan warna biru tua dan muda, bayangan karang-karang cantik, hijaunya perbukitan, halusnya pasir, bersihnya pantai, rumah-rumah kayu, keramahan dan kesederhanaan masyarakat pulau, serta keceriaan anak-anak yang menambah kesempurnaan alam disana.
Perjalanan yang dilalui untuk bisa sampai ke tempat ini begitu panjang, sambung menyambung perahu kayu menjadi salah satu transportasi ekonomis yang dapat digunakan. tapi semua tergantung pada cuaca yang tak menentu.
Di pulau yang masih jauh dari kemajuan teknologi ini, masyarakat hidup dengan begitu rukun dan sederhana. kita bisa belajar banyak hal dari mereka. Memang benar adanya tentang jaringan yang sulit tertangkap, listrik yang terbatas 4 jam perhari, hanya ada perahu kayu untuk mobilitas, tidak semua pulau memiliki gedung sekolah, harga sembako dan sayur begitu tingg dan masih banyak lainnya yang begitu tertinggal jauh dari kita. tapi lihatlah, anak-anak tetap semangat sekolah meski harus menyebrangi pulau, nelayan mencari ikan tanpa merusak terumbu karang dengan cara tradional, masyarakat menjaga alam tanpa mengeksploitasi, guru benar-benar memberikan pengabdiannya disana, rumah-rumah kayu berdiri cukup untuk keluarga.
Ayo kita semangat menjakani aktifitas dengan segala kemudahan yang kita miliki ini, selalu bersyukur karnanya, berikan yang terbaik untuk kemajuan Bangsa ini.



Komentar
Posting Komentar