Setiap tempat pasti punya hal unik yang bisa diceritakan. Kali ini, aku bakalan cerita tentang Karimunjawa, daerah kepulauan di laut jawa yang masuk dalam kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Berkesempatan mengunjungi Karimunjawa sungguh berkesan dan bikin ketagihan. Damai rasanya menghabiskan beberapa hari di tempat indah yang begitu tenang ini. Tentang pantai yang begitu alami, terumbukarang yang begitu cantik, sunset yang menakjubkan, dan semua pesona Karimunjawa tidak akan panjang lebar kuceritakan di sini. Namun, ada satu hal yang menarik perhatianku tentang budaya masyarakat yang ada di sini.
Aku dan teman-teman datang ke Karimunjawa tak sekedar untuk berlibur, kami sengaja datang untuk menghadiri pernikahan teman kami saat itu. Beruntung rasanya bisa mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman yang akan sangat bermanfaat.
Teman kami tinggal di Pulau Menjangan Besar, tepatnya di pesisir pantai Bunga Jabe. Menarik sekali, karena kami tinggal di perkampungan yang didominasi oleh orang-orang Bugis. Kalian Tahu? mereka berbicara dengan bahasa yang sangat asing di telinga kami. Meskipun kami masih berada dipulau Jawa tapi rasanya seperti berada di Sulawesi. haha, Indonesia memang beragam ya dan setelah aku membaca beberapa sumber, ternyata masyarakat Karimunjawa memang terdiri dari berbagai suku diantaranya Suku Jawa, Suku Bugis dan Suku Madura. hmmm luar biasa.
Beberapa hari sebelum pernikahan, kami sengaja sudah datang untuk membantu persiapan atau lebih tepatnya menemani dan meramaikan suasana. Tak disangka, kami jadi dapat bonus bisa ikut melakukan tradisi gotong royong mencari ikan untuk acara resepsi yang dilakukan masyarakat.
Kagum rasanya, seharian bisa ikut para pemuda menyebar jaring dan mengumpulkan ikan dengan begitu semangatnya. Berjam-jam terombang ambing dari satu pulau ke pulau lainnya dibawah terik yang begitu menyengat bukanlah masalah. Pokonya cari ikan sebanyak-banyaknya untuk disumbangkan pada acara pesta pernikahan nantinya. Siang hari, Kami menepi di salah satu pulau tak berpenghuni. Beristirahat sejenak dan mengisi perut kosong itulah yang kami lakukan. membakar ikan srgar hasil tangkapan dan menikmati kelapa muda yang langsung dipetik oleh salah satu kenalan baru kami. Duh terbayang lagi nikmatnyaaaa. Menjelang petang, kami kembali dengan hasil ikan yang akan di serahkan pada keluarga pengantin nantinya.
Tak disangka, ibu-ibu menunggu dan sudah siap untuk mengolah hasil tangkapan kami. Dengan terampil mereka menyulap semua makanan berbahan dasar ikan dengan menu yang bervariasi. Ada ikan kuah, ikan rempah, ikan goreng, ikan sambal, dan ikan-ikan lainnya yang tak bisa kusebutkan.. hehe
Menjelang hari-H Acara, baru kutahu perayaan pernikahan di kampung ini berlangsung sehari semalam. Wow... luar biasa ramainya. Diawali Acara Ijab Qobul pagi hari di kediaman mempelai wanita dan dilanjutkan dengan iring-iringan ke Rumah Mempelai Pria. Siang Harinya, para tamu undangan mulai berdatangan dan menyambut piring-piring terbang yang memenuhi meja-meja tamu. Resepsi pernikahan terus berlangsung hingga sore hari dengan datangnya tamu-tamu yang ikut berbahagia. Tak ada istirahat, meskipun hari semakin gelap kedua pengantin masih tampil setia dengan anggunnya di pelaminan bak Raja dan Putri semalaman.
Acara baru selesai pada tengah malam dan kegiatan gotong-royong kembali terjadi. Lagi-lagi, lelah bukanlah menjadi alasan untuk menunda pekerjaan dan Kamipun terbawa untuk ikut membantu. Lebih baik malam ini selesai dan esok hari semua bisa beristirahat dengan nyaman. Kurang lebih seperti itu lah dan memang semua terasa ringan dan cepat selesai karena dikerjakan bersama-sama.
Terimakasih untuk semua hal yang telah memberikanku banyak pengalaman dan pelajaran berarti. Terimakasih untuk Masyarakat Karimunjawa yang telah mengingatkanku kembali untuk menjadi manusia yang memegang teguh jiwa sosial.
Sampai bertemu lagi di Karimunjawa....
Terimakasih untuk semua hal yang telah memberikanku banyak pengalaman dan pelajaran berarti. Terimakasih untuk Masyarakat Karimunjawa yang telah mengingatkanku kembali untuk menjadi manusia yang memegang teguh jiwa sosial.
Sampai bertemu lagi di Karimunjawa....
Komentar
Posting Komentar