Kata Abah Prili, Laut sakti rantau bertuah itu semboyan untuk Natuna. Natuna itu apa ? nah ini.. belakangan juga aku gak tau natuna itu sebutan untuk apa. helooo kemana aja bu Ulfah ? hehe
Baru ku tahu jika Natuna merupakan sebuah kabupaten di Kepulauan Riau. letaknya yang berbatasan dengan beberapa negara tentangga tentu menjadi satu persoalan dimana sempat terjadi perebutan pulau yang kaya akan minyak bumi dan gas tersebut. Terkait konflik perebutan Natuna antara Indonesia dan China bisa kamu baca dan klik di sini atau di artikel ini yaaaa.. hehe, sulit ngejelasin yang kaya begitu. hooo
Baiklah, aku mau nyeritain pengalaman kenapa aku bisa sampe injak kaki di Natuna aja ya...
Berawal dari kegiatan Ekspedisi bersama keempat temanku di Kepulauan Anambas, kami mendapat keberuntungan di jadwal kepulangan kami. KM Bukit Raya yang menjadi transportasi laut merupakan pilihan kami untuk kembali ke Yogyakarta saat itu dengan tujuan Anambas-Jakarta. nah pas mau beli tiket pulang ternyata KM Bukit Raya akan mengangkut penumpang dengan rute Tarempa (Anambas)-Natuna-Midai-Serasan-Pontianak-Serasan-Midai-Natuna-Tarempa-Letung-Kijang-Belinyu-Tanjung Priok (Jakarta)
Itu artinya Kapal yang akan kami tumpangi memutar ke pontianak terlebih dahulu sebelum kembali mengangkut penumpang ke tujuan akhir Jakarta. Kesempatan itu tentu tak kami sia-siakan. Bg Colay menjelaskan kepada kami tentang Natuna, surga lain di Utara Indonesia itu. Kami hanya saling bertatapan dan tersenyum seakan yakin ini lah kesempatan yang mungkin tak datang dua kali. Hanya 2 jam kapal bersandar di Tarempa itu artinya kami memutuskan untuk segera membeli tiket tujuan Tarempa-Natuna.
Yang kuingat saat itu hanyalah Ka Fatma, kaka kelasku di Kampus yang merupakan putri daerah Natuna. Dengan cepat ku cari kontak dan menghubunginya. Tak disangka, Ka Fatma begitu antusias dengan rencana kedatangan kami. Ia akan menjemput kami di Pelabuhan Natuna. Aaaaaa pokonya waktu itu Bahagia dapet sambutan hangat dari Kak baik hati ini.
Waktunya berlayar lagi. kali ini kami merasa tuhan membalas usaha kami, menjawab doa-doa kami, dan menunjukan kami jika kemudahan akan datang setelah kami melewati kesulitan sebelumnya. 11 jam kami terombang ambing di lautan lepas namun bukanlah masalah bagi kami yang mulai terbiasa berada di lautan saat itu. Berangjat pukul 2 siang dan tiba pukul 1 malam. Turun dari kapal raksasa, kami mencari Kak Fatma yang telah menanti kedatangan para perantau ini.
Laut Sakti Rantau Bertuah
Setelah semalam beristirahat, agenda kami hari ini adalah berkeliling kota Ranai atau ibukota kab. Natuna. Di pulau ini tak ada angkutan kota atau angkot. Hanya ada taxi keluaran lama dan rental mobil saja. Tentu pilihan ekonomis jatuh pada sewa mobil untuk satu hari kami berkeliling.
Begitu takjubnya kami pada kota kecil yang mayoritas beretnis melayu ini. Akses jalanan bagus dan kondisi kota bisa dikatakan sudah ramai seperti di Tanjung Pinang namun yang menjadi pembeda adalah banyaknya asrama atau tempat-tempat TNI yang entah apa namanya. hehe. Menarik sekali karna ini menjadi perbincangan kami. Memang, keamanan di Kota yang begitu kaya akan hasil bumi ini sangan dijaga oleh Pemerintah.
Destinasi pertama adalah Alif Stone Park
![]() |
yaps, bersyukur banget bisa lihat surga di Utara Indonesia ini. Batuan cantik di sepanjang pesisir begitu menarik hati. belum lagi salah satu daya tarik yang ada di tempat ini adalah Batu Alif, atau batu Raksasa yang menyerupai huruf alif. baiklah ayo kita masuk..
| batu yang menyerupai Alif (Huruf Hijaiyah) |
Memasuki pintu masuk destinasi satu ini, kami disuguhi dengan gua-gua batu bak lorong raksasa menuju kerajaan tersembunyi. hehe. Beberapa tangga kayu dibuat bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen di batu alif ini atau untuk menikmati keindahan dari atas.
Melihat pemandangan seperti ini berasa mimpi. Aku mulai tersadarkan untuk lebih mencintai Indonesia yang kaya dan Indah. Bangga pokonya bisa terlahir di Indonesia. yeyeye
| 3 arjuna yang mencari tulang rusuk |
Selain menyuguhkan keindahan pantai jenis batuan gitu, disini juga terdapat mini museum yang memajang kerangka ikan paus loh, pencarian tulang rusuk para arjuna pun berakhir di sini. wkwkw
Nah menariknya, tersedia homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam. Semoga suatu saat nanti bisa datang lagi ke sini bareng kalian yaaa... Aamiin
| Berpotret bersama Kak Fatma dan Keponakannya |
![]() |
| bikin foto cover ala-ala boy band |
Destinasi berikutnya adalah Pantai Tanjung
Menurut ka Fatma, Pantai Tanjung adalah salah satu pantai yang paling sering dikunjungi masyarakat Natuna. Spot pantai disini memang lebih ramai dari pantai-pantai lainnya. Failitas seperti warung, gazebo, penyewaan kano, dan lain-lain bertebaran disini. Tak heran jika wisatawan lebih memilih tempat ini begitupun dengan kami. Masih dengan keindahan yang tiada habisnya, deburan ombak menjadi refleksi bagi kami. Pantai yang berlatar Gunung Ranai ini membuat kami termenung sesaat hingga akhirnya kami kembali bercengkrama di antara butiran pasir dan air pantai.
Kami yang asik bermain pun rehat sejenak saat kak fatma datang membawa makanan tradisional khas Natuna yang sekilas mirip dengan nugget. Apa itu ? nah kuliner yang wajib dicicip adalah kernes atau nugget yang terbuat dari daging ikan tuna atau tongkol dengan campuran sagu butir atau masyarakat melayu menyebutnya dengan sagu lemak. Rasanya mantaaaap ditambah dengan saus ditemani dengan air kepala... hmm
Destinasi Terakhir adalah Mesjid Agung Natuna atau Taj Mahalnya Kepri
Waktu sudah menunjukan waktu shalat ashar, kami pun memutuskan untuk mengunjungi Mesjid Agung Natuna. Tak disangka, sekilas mesjid ini mirip Taj Mahal di India loh. Masyaallah...
memasuki gerbang mesjid yang begitu besar, rasanya merinding dengan keagungan tuhan yang tiada habisnya ini. Sempat shalat di dalamnya menjadi moment religius yang tak terlupakan.
| dipotret dari jauh usai shalat |
| Taj mahal kepri, foto duluuuuu sebelum pulang |
| ulah Bg Colay ya seperti ini.. wkwkw |
Cukup untuk hari ini, mari lanjutkan istirahat sisa lelah kemarin yang semakin menumpuk...
...............................
Bangun Pagi buta dengan badan pegal dan mata yang enggan membuka, kami akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Teluk Labuh. Pagi itu masih dengan mobil rental yang sama kami menuju pelabukan untuk kembali berlayar ke pulau kecil Kampung halaman kak Fatma. 2 jam kami terombang ambing di Pompong atau perahu kayu hingga akhirnya kami tibaaaaa...
| Rumah terapung khas masyarakat pesisir |
Lagi-lagi disambut dengan hangat, kami langsung dijamu oleh keluarga Kak Fatma yang begitu ramah. Sembari mengobrol kami mengisi perut dengan hidangan ikan goreng segar. Selama berada di kepulauan kami selalu makan dengan lahap loh, bagaimana tidak ikan laut segar begitu nikmat di lidah kami. hihi. Satu hal unik pada Jamuan kali ini adalah ikan goreng terasa lebih gurih dengan aroma kelapa. Karna penasaran, akupun bertanya kepada Ibu kak Fatma. hmmm, ternyata minyak yang digunakan adalah minyak buatan sendiri dari buah kelapa loh... kereeeeeen
Kearifan lokan benar-benar kami rasakan disini. saat keluar rumah kelompok ibu-ibu senang menumbuk daunan kering yang ternyata merupakan tanaman obat yang diolah secara tradisional menjadi ramuan jamu.. waaaah, belum lagi saat kami ke belakang rumah melihat bapak sedang memetik cengkih hasil panen kami pun bergabung untuk membantu dan tentu membuat kerusuhan.. hehe
| bertepatan dengan musim panen, kami membantu memetik cengkeh dari tangkainya |
Siang harinya kami mendapat tawaran untuk ber snorkling ria dan kami pun mengiyakan dengan penuh bahagia. huaaaaa asiiknyaaaa. Tak lama para pemuda yang tak kalah ramah menjemput kami menggunakan perahu kayu. Kami pun pergi menuju pulau kecil tak berpenghuni tempat terumbu karang tumbuh subur disana
| pompong sebagai transportasi utama di daerah kepulauan |
| gak pernah ketinggalan, kaca mata renang jadi senjata andalan disni |
| pemuda baik hati yang mengajak kami ber snorkling |
| ulah bg colay yang tak ada habisnya, sampan ditarik dengan pompong bermesin |
Sepulang berenang, perut kami pun kembali lapar. Kebetulan nelayan sedang bongkar muat hasil tangkap kami pun mendatangi kerubunan itu sekedar melihat-lihat. Para nelayan disini menangkap ikan menggunakan jaring atau cara traadisional lainnya. tak heran pemuda disni sangat pandai menyelam. Sekilas warga pun berdatangan untuk membeli langsung ikan segar hasil tangkap.
Saat itu ada 3 baby hiu yang terjaring dan dibiarkan begitu saja. Kami hanya melihat dan sesekali bertanya. Tak disangka, nelayan tersebut memberi kami secara cuma-cuma. beliau berkata bahwa masyarakat disini tidak suka ikan hiu, jadi dibiarkan begitu sahja. biasanya hanya diambil sirip untuk di jual ke tiongkok atau restoran-restoran, nah kalo kalian mau bawa saja !!! waaah gimana ya rasanya, kami pun tidak menolak dan membawanya pulang.
![]() |
| baby hiu yang tak sengaja terjaring nelayan |
Lagi-lagi pengalaman luar biasa aku dapatkan di tempat ini. Natuna surga di Utara Indonesia.. terimakasih atas pengalaman luar biasa ini.. semoga suatu saat bisa datang kembali ke Natuna. Aamiin
Keesokan hari kami pun kembali ke pelabuhan Natuna untuk kemudian pulang ke Yogyakarta... selamat tinggal Natuna.. Selamat tinggal Kepulauan Riau, dan Terimakasih Indonesiaaaaa
| jangan lupa bersyukur !!! |





Komentar
Posting Komentar