Rasa takut itu selalu menghantui. Kadang lebih baik kita menghindarinya daripada menghadapinya. Aku begitu, ntahlah kamu bagaimana.
Bagi para petualang, mungkin tak cukup hanya diam menikmati pemandangan saja, mereka suka melakukan aktifitas yang menantang. Salah satunya di Tanjung Benoa Bali, orang-orang bisa menguji adrenalinnya di tempat ini.
Berkesempatan mengunjungi kawasan wisata bahari di Tanjung Benoa, Aku melihat begitu ramai orang yang sedang asik mencoba berbagai wahana permainan olah raga air. Seketika, aku tertarik pada balon-balon udara yang berterbangan di atas laut. Penasaran, baru kutau itu adalah Parasailling atau balon bertali yang ditarik menggunakan jet dengan ketinggian sekitar 50 mdpl.
Terpikir untuk mencobanya, tapi aku ragu karna aku merasa takut. Teman-temang mengajaku mencoba wahana bermain seperti Banana Boot, Seawalker, Jetski, Rolling donut, dan lain-lain. Akan terasa sangat seru memang jika bisa bermain bersama tapi aku tak ingin mencobanya. Bagaimanapun Aku terus memandangi balon-balon cantik diatas sana.
30 menit hanya duduk terdiam melihat teman-teman bermain, Bosan rasanya. Tak ada temanku yang mau kuajak mencoba Wahan Parasailling, maubagaimana lagi Aku pun memberanikan diri untuk mendaftar sendirian dan segera berbaris antri.
Dagdigdug jantung ini sudah pasti ketika aku memakai pelampung untuk keamanan. Petugas segera memanggilku maju dan memberikan instruksi tentang cara mengendalikan balon tersebut. Tali-tali segera dipasag di badanku, dan aku harus berlali kecil ketika Jetski mulai jalan dan menarik tali yang terhubung di balonku. perlahan kakiku melayang dan badanku sudah terangkat keatas. Semakin kenjang detak jantung, tapi aku tak bisa berteriak. aku hanya merasa pasrah dan memberanikan diri untuk melihat sekitar. Aku terus mencoba menenangkan diri sambil mengucap syukur kepada Tuhan yang selama ini memberikan rasa takut kepada hambanya yang sebenarnya rasa itu bisa dikalahkan. Semua terlihat kecil dari atas sini dan penmandangan luas terlihat begitu indah.
Alhamdulillah, tidak seburuk yang kupikirkan berada diatas sini. Aku merasa senang sampai tak sadar sudah 2 putaran dan aku harus segera mengakhiri permainan ini. Jauh dibawah sana petugas sudah memberi aba-aba dengan mengangkat bendera yang artinya aku harus menarik tali di tangan kananku.
Kucoba menarik tali itu dengan sekuat tenaga, dan balon pun segera menepi. Badanku mendarat dengan tegak sempurna diatas pasir, terseret dengan balon, petugas segera membantuku melepaskan tali-tali yang menempel.
Sedikit senyuman syukur muncul dari bibiku, Alhamdulillah rasa takut ini bisa kukalahkan. Belajar dari kejadian ini, aku akan berusaha melawan rasa takut ku yang lain dan percaya bahwa Allah selalu ada untuk membantu kita. Jangan Takut...
Komentar
Posting Komentar