Belajar sejarah di Kota Tua Ampenan Lombok



Hampir disetiap kota besar kita bisa menemukan kota tua seperti di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan kota-kota lainnya di Indonesia. Kota Tua identik dengan kawasan yang memiliki bangunan-bangunan tua peninggalan bangsa Belanda. Nah kali ini aku mau cerita tentang Kota Tua yang ada di Lombok. Oh ada ya ? iyaa ku pun baru tau ternyata di lombok ada Kota Tua..

Berkesempatan mengunjungi Lombok pasca bencana gempa, aku dan 4 orang temanku mengikuti Open Trip Lombok bangkit tanggal 7 - 9 Desember 2018, namun kami tiba di Lombok satu hari sebelum jadwal tour, alhasil kami bisa mengunjungi tempat wisata yang tidak ada dalam tour itinerary.

Setibanya di bandara Internasional Lombok pukul 12 siang, kami memutuskan untuk membeli tiket damri sebesar 30.000 rupiah dengan tujuan pusat kota Mataram. Sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh 40 menit kami tiba di pool damri.

Mesjid menjadi tempat pertama yang kami cari untuk beristirahat sejenak dan melaksanakan ibadah shalat Dzuhur. Tujuan kami berikutnya adalah Pantai yang berada di kota Tua Ampenan. Waktu menunjukan pukul 2 siang namun cuaca tak begitu panas karena Kota Mataram baru saja diguyur hujan dan kami bahagia.. yeaaaay. hehe

Dengan Taxi Online kami bisa sampai di pantai dengan cepat. Di perjalanan si Driver bercerita tentang Kota Tua Ampenan dan menunjukan bangunan-bangunan yang kami lewati, namun kami tak tertarik untuk singgah saat itu karena terlihat sepi dan tidak terfikirkan aktifitas apa yang bisa kami lakukan.

Padahal jika kita explore lebih dalam, banyak kampung-kampung yang beragam loh dari berbagai etnis di Kota Tua Ampenan ini. Ada Kampung Bali, Kampung Cina, Kampung Bugis, Kampung Arab, Kampung Melayu dan juga Kampung Banjar. wah seru ya klo punya waktu lebih lama dan bisa blusukan.. hehe, semoga ada kesempatan lagi next time yaaaa.

Sesuai rencana kami langsung berhenti di Pantai Ampenan....


Kota Tua Ampenan dahulunya merupakan pusat kota di Lombok karena terdapat pelabuhan utama disini. Bak Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta atau pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Pelabuhan Ampenan mempuanyai peranan penting sebagai pusat kegiatan bisnis di Mataram. 

Sebagai pelabuhan terbesar di Lombok, mobilitas terjadi dari tempat ini. Bahkan Jemaah Haji pulau seribu masjid ini pun berangkat ke tanah suci menggunakan kapal laut dari pelabuhan ini. Subhanallah.. Perjalanan yang sungguh panjang ya..

Sayangnya pada tahun 1970 pelabuhan ini di tutup karena terjadi bencana gelombang laut dari selat lombok yang menerjang dermaga ampenan. Alhasil saat ini kita lebih mengenal Pelabuhan Lembar sebagai pelabuhan terbesar di Lombok dan nyaris melupakan sejarah bahwa pantai ampenan ini dulunya pelabuhan aktif.


Kami begitu asik berfoto di salah satu spot batuan pantai yang cantik juga begitu seru melihat anak-anak usia SD dan SMP bermain air di pesisir pantai bahkan sebagian dari mereka berkali-kali terjun bebas dari atas jembatan.

Setelah puas menikmati suasana pantai, kami merasa lapar namun sayangnya warung-warung yang ada nampak belum buka dan tak ada pilihan bagi kami selain berjalan mencari ke luar kawasan pantai. Kami pun berjalan meninggalkan pantai dan tak kembali lagi saat itu karna kelelahan berjalan.

Selamat tinggal pantai Ampenan, mungkin kami harus datang lagi lain waktu untuk menikmati sunset dan menikmati kuliner malam disana tak lupa explore lebih dalam Kota Tua Ampenan.





Komentar