Petualangan islami di Klenteng Sam Poo Kong

Assalamualaikum,

Cerita jalan-jalan kali ini memang late post tapi gak basi-basi amat untuk di kenang. Cerita ngebolang ini berlatar di sebuah kelenteng atau tempat ibadah umat Tionghoa. Kelenteng Sam Poo Kong begitu orang-orang mengenal tempat wisata ikonik kota Semarang ini.

Aku harus ngenalin dulu partner jalanku waktu itu namanya Teh Dewi, kaka kelas waktu di Al-Basyariyah. Jadi ceritanya kita satu kereta dari Bandung ke Jogja, eh di perjalanan gak sengaja bahas Semarang dan ide dadakan sesampainya di Jogja siang itu juga kita langsung motoran dari ke Semarang. yeyeye 3-4 jam perjalanan kita jabanin mumpung ada partner petualang.

Misi kita waktu itu adalah mencari sisi islami di Klenteng Sam Poo Kong. Pernah nonton film Assalamualaikum Beijing kan ? nah ini cerita kurang lebih beda banget tapi ada sedikit kesamaannya yaitu masih ada sejarah islam yang bakal kita ulik di kawasan Chinese ini.



Bak 2 orang turis yang lagi jalan-jalan ke negeri Cina, kita seneng banget masuk kawasan yang nampak serba merah menyala. Dari pinggir jalan, bangunan khas ini sudah terlihat megah apalagi dari dalam. Memasuki area gerbang rasa-rasanya sudah ada di luar negeri deh. hehe

Kita mulai dari informasi pendanaan dulu ya, parkir 5000 per motor dan tiket masuk di weekend sebesar 10.000 per orang dan 7.000 untuk kunjungan di hari biasa. Terjangkau bukan ? yaps mari kita masuk...


Di kawasan ini banyak sekali bangunan yang punya fungsinya masing-masing. Gak semua tempat bisa di jangkau wisatawan karna beberapa bangunan merupakan tempat ibadah khusus penganutnya. Aku dan teh Dewi explore tempat-tempat umum dan menelusuri sepercik sejarah yang dipercaya sebagai tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho pada saat menepi di Pulau Jawa ratusan tahun silam atau sekitar tahun 1406 M.

Nah petualangan kita mulai dari sini. Siapakah sosok Cheng ho ? Baiklah beliau merupakan seorang pelaut dan penjelajah muslim asal Tiongkok. Aku penasaran banget karna umat tionghoa begitu mengagungkan beliau terbukti dengan patung Cheng ho yang dibangun sebagai simbol penghormatan masyarakat di kawasan yang dulunya merupakan gua sebelum menjadi klenteng ini.


Tak banyak informasi tentang kemusliman Cheng Ho yang kami temukan disini, tapi apa salahnya berkeliling dan mencari teka-teki itu. Menyenangkan bisa membaca dan menebak-nebak kisah yang terpahat dalam sebuah relief. Pengunjung bisa melihat cerita perjalanan laksamana Cheng ho selama 30 tahun pada abad ke 15 ini yang di jabarkan dalam 3 bahasa. Sedang pintu yang mengarah ke dalam adalah tempat khusus untuk bersembahyang dan tidak dibuka untuk umum. 


Saat berkunjung kami berfoto dengan puas disetiap sudut bangunan merah cantiknya. Tak banyak yang bisa kami lakukan selain berkeliling. Sayang tidak bisa masuk ke dalam, hanya bisa melihat dari luar dan mengamati bagaimana orang-orang berdoa dengan cara yang mereka lakukan. Perbedaan dalam keberagaman di Indonesia salah satunya di kawasan yang ramah wisatawan ini. 


Jika kamu berkesempatan singgah di Semarang, datanglah ke Klenteng Sam Poo Kong ini. Tak rugi bisa mengenal kebudayaan umat Tiongkok disini bahkan kita jadi tau sekilas mengenai siapa Laksamana Cheng ho itu. Keren bukan penjelajah dunia beragama muslim sangat dihormati umat tionghoa disini. 




Komentar