haloha mood...
yuk ah, nyempetin dulu nulis cerita travelling minggu lalu bareng si Pager atau Yunita Azizah.
Ya, Pager adalah salah satu junior ku di Organisasi KAPALA AMPTA. Bisa dibilang hubungan kami cukup dekat. Kerap kali kami jalan-jalan, makan, berenang, nginep, masak, dan kenangan lainnya di Jogja. Ia memutuskan Magang di salah satu Hotel ternama di Kota kelahiranku. Sayangnya kami tak pernah menyempatkan waktu untuk bertemu.
Bertepatan di minggu terakhir si Pager magang, Aku baru tersadarkan jika waktu itu cepat sekali berlalu. 6 bulan selesai begitu saja dan kami baru bertemu satu kali di awal magang. huft, nyesel juga tapi tak apa karna masih ada kesempatan terakhir yang takkan kami lewatkan lagi.
Datanglah ia kerumahku pagi-pagi buta. Sedang aku baru bangun dari kantuk yang enggan pergi. Khas sekali gayanya, Ia mengenakan gamis cantik dan kerudung panjang menggendong ransel mungil seakan ia sudah siap mengajakku berpetualan di belahan lain Kota Bandung.
Setelah berbincang melepas rindu, kami sarapan dan bersiap untuk jalan-jalan cantik. Rencana hari ini adalah travelling di Bandung Selatan. Tepatnya daerah Ciwidey yang kaya akan destinasi wisata. Kenapa aku memilih Ciwidey ?? sedang masih banyak destinasi lainnya seperti di daerah lembang atau di daerah kota.
hmm, tentu yang kami pilih adalah tempat yang tenang dan menenangkan. Kami memilih Ciwidey karna akses yang lebih mudah dan ramah di jangkau dari Rumahku di Citapen Bandung Barat. Pertimbangan paling besar adalah jalanan yang tidak macet. ya, kemacetan lagi-lagi kami hindari selain membuat mood jelek, waktu juga akan habis dijalan. Lagipula Ciwidey itu cantik...
Memasuki daerah Ciwidey, udara dingin mulai terasa. Segaaaaar rasanya! Berdua menggendarai motor sembari terus bercerita di Jalan tentang ini itu membuat suara kami mulai serak. tapi tak apa, ini menyenangkan!
Kami memang sudah pernah ke Ciwidey di kali pertama kami bertemu. Saat itu kami mengunjungi penangkaran rusa cantik di Ranca Upas. Sedang kali ini, kami memarkirkan motor di Hejo Forest. ya, kami tiba-tiba berhenti begitu saja melihat tagline yang menarik. terpampang besar di jalan utama banner bertuliskan Forest for rest. dan memang itu yang kami butuhkan.
Hari jum'at pagi belum terlihat pengunjung yang datang. Kami berkenalan dengan salah satu petugas ramah yang bernama teh Nenden. Beliau mengajak kami berkeliling dan mengenalkan destinasi yang bisa dibilang masih baru ini. Cantiiiik sekali penataan ramah wisata di Hejo Forest yang luas ini.
jadi, Hejo Forest itu adalah spot pemandian air panas yang saat ini dipugar menjadi lahan perkemahan yang ramah wisiatawan. Tiket masuk sebesar 20 ribu saja. Kita bisa menikmati pemandangan cantik juga berendam di pemandian air panas.
Jika datang bersama keluarga, kita bisa menyewa kemah cantik nan jumbo yang dipasang ditengah hutan. Harga sewa sebesar 750ribu yang bisa diisi hingga 6 orang dengan fasilitas kasur empuk yang terpasang juga sleeping bag yang tersedia. hmmm sensasi berkemah ditengah hutan pasti seru!
Pilihan lain adalah resort ramah lingkungan yang juga disediakan untuk keluarga. Harga sewa sebesar 1.500.000 ini sebanding dengan fasilitas bak hotel berbintang termasuk breakfast untuk 6 orang. Tagline Forest For Rest ini memang benar adanya. suasana disini begitu menyegarkan dan menenangkan pikiran.
![]() |
| Hejo Forest Ciwidey |
![]() |
| Dome Kemah Hejo Forest |
![]() |
| Resort Hejo Forest |
Setelah berfoto ria, kami melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang. Tapi, ditengah perjalanan kami dibuat kagum dengan lanscape kebun teh yang begitu cantik. Tak banyak berfikir kami tersenyum sepakat untuk menikmati pemandangan hijau ini. Kebun teh Rancabali namanya. Sepertinya perkebunan ini sudah dikelola sejak jaman Belnada, terlihat dari beberapa tugu PT yang kami lewati. dan memang Kebun Teh ini begitu tertata rapiiiiiii sesuai umurnya yang sudah lama.
Kami Memarkirkan motor di dekat warung mie bakso, duduk-duduk disini menjadi pilihan tepat. Sembari menghirup udara segar, kami melanjutkan curhatan panjang disini. Tak lupa memesan semangkuk mie bakso dan segelas kopi panas (untuk berdua supaya hemat, hehe). Nikmat rasanya makan yang anget-anget di tempat dingin seperti ini apalagi pemandangan yang luar biasa.
Tak terasa satu jam kami hanya duduk dan bercerita. Maka kami segera turun dan memasuki kebun teh Rancabali yang memang dijadikan spot foto oleh wisatawan. yeyeyeye... wefie timeeee
![]() |
| Kebun teh Rancabali Ciwidey |
![]() |
| kaget liat kamera jadi cantik |
![]() |
| ketagihan wefie |
![]() |
| ini mah kameranya yang bagus |
![]() |
| sarangheo Ciwidey |
Tak lama, datanglah awan mendung seakan mengingatkan kami untuk beristighfar dan menyudahi sesi fotonya. hehe. Meski belum puas dan sepertinya gak ada puasnya, kami pun menyudahi dan segera menaiki motor untuk melanjutkan petualangan ke Situ Patenggang.
Tak jauh dari kawasan kebut teh, kami segera sampai di destinasi. Travelling di week-day memang jadi andalan kami. Selain jalanan yang gak macet, destinasi juga jadi gak crowded. Kita bisa puas explore setiap sudutnya tanpa khawatir dipenuhi orang-orang.
Sebagai orang Bandung, ternyata aku melupakan keindahan Bumi Ciwidey. Sudah lama sekali tidak datang ketempat ini . mungkin terakhir waktu kecil. Dan lihatlah saat ini penataan destinasi semakin baik dan keadaan alam bisa dibilang terjaga. Aku bersyukur mempunyai alam yang indah seperti ini. Semoga terus terjaga.. Aamiin
Sebelum melakukan tradisi foto, tentu kami berkeliling Situ atau Danau terlebih dahulu. Begitu kagetnya kami melihat seekor ular hitam di jalan setapak... ngeriiiii... serentak kami menghentkan langkah kaki dan berhati-hati mundur, namyun reflek aku meminta peger memotret ular tersebut. Namanya juga kids zaman now pas lihat ular bukannya pergi malah update, hehe. Untuknya ular itu segera masuk semak-semak menghindari paparazi kami. wkwkw
Lanjut jalan lagi, lihat spot bagus cekrek...
![]() |
| bermodal kamera depan, fitur live jadi andalan kami |
![]() |
| pas lagi asik wefie, turis belanda nawarin buat foto kita berdua.. yeay, danke!! |
![]() |
| Situ Patenggang bagian belakang, dan aku sukaaaaa |












Komentar
Posting Komentar