cerita Ramadhan 2019/1440 H

Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Bulan yang dinanti-nanti kehadirannya. Bulan dimana umat muslim belajar bersabar dan menahan hawa nafsu dengan berpuasa 1 bulan penuh. Bulan dimana semua balasan kebaikan akan berlipat ganda. Bulan dimana orang-orang berburu pahala dan berlomba-lomba untuk menolong sesama. 

Keseruan ramadhan terasa dari banyak hal di Indonesia. Tayangan islami meramaikan bulan yang agung ini. Mulai dari tontonan sahur hingga kultum sebelum berbuka puasa tentu bisa manambah keimanan seorang muslim. Tadarus al-qur'an pun menggema di setiap waktu. Tak jarang disela-sela aktifitas, orang-orang menyempatkan untuk membaca kitab suci. Suasana yang menentramkan hati bukan. Kebersamaan unat muslim semakin erat dengan adanya buka bersama di mesjid-mesjid. Shalat terawih setiap malam, hingga acara perayaan idul fitri di malam puncak takbiran.

Tak lupa, rejeki pun semakin melimpah. Lihatlah para penjual makanan, kue hingga pakaian tentu laris manis di bulan ini. Tak lupa para penanti THR pun tentiu akan kebanjiran rejeki. hehe

Tepat di h+1 lebaran, euforia itu masih terasa hingga akhirnya aku memutuskan untuk menulis sedikit tentang cerita ramadhan tahun ini.
Alhamdulillah 1 bulan penuh aku bisa merasakan bulan ramadhan di rumah bersama keluarga.
Sahur dan buka puasa bersama zahra adiku juga apa dan mamah. Menu-menu spesial selalu tersaji untuk berbuka. Meski aku jarang membantu memasak, (ups) mamahku selalu sigap menyiapkan menu makan juga takjil yang variatif. 

Alhamdulillah setiap malam kami pergi terawih ke mesjid meski kadang aku shalat sedikit terpaksa mengikuti ajakan mamah, ups. Tapi kebaikan itu bisa aku dapatkan. Kami bersalam-salaman sembari bershalawat seusai shalat. Nampak senyuman-semyuman hangat masyarakat aku dapatkan setiap malamnya.

Tontonan Para Pencari Tuhan menemani sahur dan membuat kantuk kami hilang mesji kadang kembali tidur seusai shalat subuh. Mungkin kamu juga, ya kan ? hehe.

Bangun tidur aku pun kembali melanjutkan aktifitas merajutku. Kali ini aku membuat pesanan-pesanan yang akan digunakan pembeli di Hari Raya Nanti. Sepatu, Bando, Topi sesuai request pelanggan. Alhamdulillah...

Membuat kue keju dan kue sagu tak pernah absen untuk persiapan suguhan lebaran nantinya. Kali ini kami membuat kue di minggu terakhir bulan ramadhan. Ada kue keju, kue sagu, kue coklat, kue kacang mede, telor gabus, kue garpu, hingga kacang goreng kesukaan. 

Selain bersama keluarga, di Tahun ini aku bisa bersilaturahim dan berbuka puasa bersama teman-teman Sd, yeaaaay.. banyak nostalgia lucu pada moment itu. Juga kumpul-kumpul seru bersama bringka teman riweh di pondok Al-Basyariah dengan obrolan dewasa tentang pernikahan wkwkw. Gak sadar pembahasan kami semakin serius di usia sekarang ini, hahaha. Dan satu lagi buka puasa dan sahur bersama keluarga Konsulat Cililin-Batujajar yang melibatkan alumni juga santri Al-Basyariah. Alhamdulillah, semua memberikan kesan manis untuk diingat. 

Penghuni rumah bertambah saat Keluarga kecil teh sakila kakaku datang. Berencana untuk menginap dan shalat ied bersama kami. yeaaaaay Semakin ramai tentu karna kehadiran 2 anaknya yang lucu juga begitu aktif. 

di Malam terakhir, ramai gema takbir memenuhi udara perkampungan. Malam kemenangan kami menyebutnya. Kami melafalkan lafadz Allah Maha besar di dalam hati hingga terlelap. terimakasih ya Allah atas nikmatmu yang tak terhingga ini. Semoga kita semua bisa mendapat kebaikan dan keberkahan di Hari yang fitri ini. Semangaaaat menjadi pribadi yang lebih baik untuk menyambut ramadhan berikutnya. Insyaallah. 

Komentar