Mementingkan diri sendiri itu melelahkan, apa tujuannya ?

Sibuk dengan ambisi sendiri, mau sampai kapan ? sampai semua yang kita inginkan tercapai ?ternyata yang kita inginkan adalah kebahagiaan

Baiklah malam ini tiba-tiba aku ngerasa emosional banget sampe meneteskan air mata gini. Rasanya memori jaman kuliah muter2 jadi bayangan di atas kepala. Inget banget jaman jamannya aku semangat belajar ini itu, aktif disana sini, sibuk ini itu sampe akhirrnya waktu berlalu begitu cepat.

dan sekarang apa yang aku rasakan ?

Nyatanya banyak yang aku sesali. Aku menyesal karna dulu terlalu mementingkan diri sendiri dan acuh pada sekitar. Teruntuk sahabat-sahabatku, maafin ya aku dulu jarang ngumpul bareng kalian dan sekarang aku kangen kalian. Marsh, Marista, Shinta, Hanna. Maafin aku jadi sahabat tercuek kalian. aku nyesel.

Kalo bisa ngulang waktu, aku gak mau terlalu dominan di organisasi. Aku terlalu ambil peranan dulu dan aku menyesal sekarang. Teruntuk adiku Gori, maafin aku ya. Sekarang kamu meneruskan organisasi dimana dulu aku belum khatam mengenalkan adik-adiktentang  renstra dan litbang yang aku dan teman-teman susun. Disaat aku lulus aku memutuskan untuk tidak mau tahu lagi urusan organisasi yang sadar gak sadar banyak memberikan aku ilmu dan pengalaman. Lihat tanda terimakasih ku adalah lari menjauh dari urusan organisasi. Maafkaaaaan

Aku menyesal karna menjadi orang yang tidak bisa bertanggung jawab, teruntuk A Ijut di papua, maaf aku gak bisa tepatin janjiku magang disana, maaf banyak merepotkan urus berkas ke dinas tapi aku malah mencancel begitu saja. Maaf A, dulu aku gak memikirkan matang-matang.

Aku menyesal dengan buruknya komunikasiku kepada orang tua. Aku tak pernah menanyakan kabar mereka, aku tak pernah ingin tahu masalah yang terjadi pada mereka. Aku menyesal. Maafkan anak kalian ini.

Seiring berjalannya waktu, definisi sukses bagiku bukan lagi tentang pekerjaan setelah lulus, bukan lagi tentang materi yang didapatkan setelah lulus. Tapi lebih dari itu. Saat ini sukses bagiku adalah rasa syukur disetiap detiknya. Melakukan yang terbaik dan mennikmati setiap proses yang ada di depan mata hinga aku tak lagi ingin memutar waktu karna menyesal.

Kini aku memutuskan untuk berhenti mengejar mimpi-mimpi yang membuatku jauh dari keluarga dan sahabat. Mimpi baruku adalah hidup sederhana bersama orang-orang tercinta.

Bagaimana denganmu ?

Komentar